Friday, May 14, 2010

Korek Api Kayu atau Korek Srek

Posted by Article Reader at 6:53 AM 0 comments
Korek Api
TAHUN 1800-an, baja, batu geretan, dan sabuk/kawulmsih digunakan untuk membuat api. Korek api pertama yang memakai fosfor dibuat pada tahun 183-0an. Korek api disimpan pada sebuah kotak spesial karena dapat terbakar pada permukaan apapun.

Pada 1844, Profesor Gustaf Erik Pasch mengganti fosfor kuning yang beracun dengan fosfor merah yang tidak beracun. Dia juga memisahkan ramuan bahan kimia untuk ujung korek api dan meletakkan fosfor pada permukaan untuk digesek pada kotak luarnya. Korek api yang aman telah tercipta. Ini adalah sebuah hasil penemuan yang berarti dan penting, yang membuat Swedia terkenal di dunia. Sayang sekali, produksinya sungguh sulit dan mahal.

Sumber : http://www.kontekaja.com

Tahun 1864 insinyur yang lebih tua 28 tahun, Alexander Lagerman, mendesain korek api mesin otomatis yang pertama. Pada waktu itu, produksi yang menggunakan tangan atau secara manual berganti menjadi produksi massa, korek api yang aman dari korek api JONKOPING (Swedia) diekspor keseluruh dunia dan menjadi terkenal di dunia.

Pada 1868, perusahaan korek api Vulcan AB ditemukan di Tidaholm, swedia. Sekarang, perusahaan Tidaholm, dimiliki oleh Swedish Macth, yang dianggap jalur produksinya memiliki teknologi paling yang paling berkembang dalam korek api di dunia. Pemikiran tentang Lingkungan adalah bagian yang sangat penting dalam proses menghasilkan produksi dan bahan kimia sudah diganti, kotak korek api sudah terbuat dari kertas yang didaur ulang.

Ada juga beberapa pendapat lain mengenai Korek api…

Korek api adalah sebuah alat untuk menyalakan api secara terkendali. Korek api dijual bebas di toko-toko dalam bentuk paket sekotak korek api. Sebatang korek api terdiri dari batang kayu yang salah satu ujungnya ditutupi dengan suatu bahan yang umumnya fosfor yang akan menghasilkan nyala api karena gesekan ketika digesekkan terhadap satu permukaan khusus. Walaupun ada tipe korek api yang dapat dinyalakan pada sembarang permukaan kasar. Korek api yang menggunakan cairan seperti naphtha atau butana disebut korek api gas.

Bangsa Tiongkok sejak 577 telah mengembangkan korek api sederhana yang terbuat dari batang kayu yang mengadung belerang. Korek api modern pertama ditemukan tahun 1805 oleh K. Chancel, asisten Profesor L. J. Thénard di Paris. Kepala korek api merupakan campuran potasium klorat, belerang, gula dan karet. Korek api ini dinyalakan dengan menyelupkannya ke dalam botol asbes yang berisi asam sulfat. Korek api ini tergolong mahal pada saat itu dan penggunaannya berbahaya sehingga tidak mendapatkan popularitas.

Korek api yang dinyalakan dengan digesek pertama kali ditemukan oleh kimiawan Inggris John Walker tahun 1827. Penemuan tersebut diawali oleh Robert Boyle tahun 1680-an dengan campuran fosfor dan belerang, tetapi usahanya pada waktu itu belum mencapai hasil yang memuaskan. Walker menemukan campuran antimon (III) sulfida, potasium klorat, natural gum, dan pati dapat dinyalakan dengan menggesekkannya pada permukaan kasar.

Besi Tua

Posted by Article Reader at 6:48 AM 0 comments
besi tua timbanganBesi Tua yang dapat dimanfaatkan kembali menjadi barang yang layak pakai

Jaket Kulit

Posted by Article Reader at 6:39 AM 0 comments

Pulang dengan terburu-buru, motor dipaksa kencang melaju. Sampe di tengah jalan kok serasa ada something wrong? Oh rasanya lebih dingin nih anginnya? Ternyata lupa tak pake jaket, jadi jaketnya ketinggalan …

Ada orang yang kalo datang ngantor, langsung jaketnya disampirkan di kursinya. Seolah jaket tersebut sebagai pertanda kalo dirinya sudah hadir. Jaketpun bisa menjadi pengganti mesin absensi. Jadi nanti kalo ditanya pimpinan, "Pak Semplok di mana?". Dijawab rekannya, "Hadir Boss, tapi cuma jaketnya doang…", entah orangnya sedang dinas luar, atau luar dinas …. Pokoknya selama jaketnya masih nyangkut di kursi, orangnya masih balik lagi dah ke kantor.

jaket-kulitDi kantor lain beda lagi "tata tertibnya". Ada rekan yang pilih jaketnya ditinggal di motor. Waktu ditanya, "Kok nggak dibawa saja, ntar ilang?" "Justru itu, kalo jaketnya dibawa masuk, kalo ntar mau pulang lebih awal kan ketahuan, karena pake jaket…" Woo lha jebul diniati mau nglimpe tho ….
Kalo kebiasaan anak kuliahan lain lagi. Saat musim ujian ada yang jadi rajin datang awal, sekedar untuk "booking" tempat duduk mencari posisi yang "strategis". Kalo yang bawa tas akan menaruh tasnya di situ, tapi yang cuma modal pulpen doang (itu juga kalo kagak minjem), ditaruhlah jaketnya disampirkan di kursi yang diincar.

Kayak ngasih pesan "this seat is occupied", habis itu ditinggal jalan-jalan. Tapi yang datang belakangan juga tak mau kalah. Begitu si pemilik jaket kembali ke kelas muring-muring, tahu-tahu jaketnya sudah dengan manisnya berpindah posisi ….

Suatu kali perkuliahan sedang berlangsung dengan seriusnya. Tiba-tiba pintu kelas diketuk dari luar. Para peserta kuliah sudah bertanya-tanya, "Siapa gerangan yang berani datang terlambat?" Padahal sejak awal kuliah sudah ada warning bagi yang datang terlambat. Yang muncul wajah yang asing bagi para peserta kuliah
tersebut. "Maaf Pak, jaket saya tertinggal di dalam", katanya meminta ijin pada Pak Dosen yang sedang mengajar.

Segeralah ia buru-buru mengambilnya diiringi ledekan para peserta kuliah, "Wah, sudah hampir takgadaikan ….lumayan buat nonton di twenty-one" Tapi ada pemilik jaket yang cuma berani tingak-tinguk dari luar, menunggu sampe jam pelajarannya selesai.

Tak semua orang mau pake jaket meski sedang mengendarai motor. Misal karena jaraknya pendek, atau hari yang panas sehingga sumuk. Temanku ada yang senengnya pake jaket item ala tukang ojek, katanya sih biar kalo dipake malem keliatan sangar gitu. Tapi ada juga sih yang memang anti pake jaket biar naik motor sejauh apapun, mau malam hujan angin juga nggak pengaruh, mungkin sudah pernah dapat imunisasi anti masuk angin.

Ada trend jaman sekarang, yaitu memakai jaket terbalik. Mungkin dengan begitu bisa menghadang angin lebih baik ya, atau karena ritsletingnya dolll … Tapi mungkin juga mau mempromosikan gambar doraemon di jaket tersebut, wakakak …

Bicara soal kelupaan jaket, ada lagi yang lebih konyol. Karena masuk di toko mesti menitipkan jaket di tempat penitipan. Tapi pulangnya lupa mengambil lagi jaketnya. Sampe di rumah, "Lho kok ada kartu penitipan di sini?" Kalo males balik lagi ya jaketnya disekolahin sampe besok …

jaket lecekKalo mahasiswa habis opspek lain lagi kebiasaannya, petentang-petenteng kesana kemari dengan jaket almamater atau himpunan mahasiwa jurusannya. Seolah nyawanya ketinggalan separuh kalo sampe kelupaan nggak pake jaket, hihihi. Rasanya bangga banget deh kalo dilirik anak-anak SMA, atau mahasiswi universitas lain. Padahal yang nglirik juga batinnya, "Itu kepala diapain kok rambutnya kayak sapu ijuk ketimpa gunting kebun?", maklum saat opspek rambutnya kena papras tukang cukur dadakan.

Saya nggak tahu kenapa seringkali dalam cerita dikisahkan sang cowok memakaikan jaketnya pada sang cewek. Romantis? Nggak juga, mungkin dalam hati sang cewek membatin, "Idihh.. nih jaket berapa bulan nggak dicuci, mending juga sarung engkong gue …" Sang cowok juga tak mau kalah membatin, "Makanya, lain kalee bawa jaket sendiri…" Tapi bagaimanapun sebenarnya sang cowok telah beritikad baik, supaya sang cewek tidak masuk angin, berabe kan kalo jadi keseringan buang angin… batallah acara yang-yangan … jadi acara eyang-eyangan … karena mesti minjem minyak angin eyang ….

Melihat jaket tersampir di tangan? Ada beberapa kemungkinan. Sedang wawancara pekerjaan, mahasiswa yang mau bimbingan skripsi dengan dosennya, atau pegawai menghadap boss. Nah, masih ada kemungkinan yang terakhir, jangan keras-keras …

Ssst waspadalah … bisa jadi itu copet di bis kota yang sedang mengincar panjenengan …..

Raja Kecap yang Sedap

Posted by Article Reader at 6:35 AM 0 comments
kecap sedap
Satu lagi produk dari Raja Follower Indonesia, Wings, yaitu Kecap Sedaap. Setelah sebelumnya melakukan teaser dengan TVC dan billboard yang menggambarkan akan hadirnya produk kecap baru. Maka akhirnya Kecap Sedaap dilaunching juga ke market Indonesia. Siapa saja yang ditantang oleh Kecap Sedaap dan bagaimana strateginya ?


Dengan menggunakan Maudy Koesnaedi sebagai endorser yang menghiasi semua TV dan billboard barunya, Kecap Sedaap diluncurkan dengan tagline "Rasakan Bedanya" yang menantang calon konsumen untuk mencoba rasa dari Kecap (manis) Sedaap ini. Kecap Sedaap ini kabarnya telah dipersiapkan sejak lama, yaitu Wings memproduksi sendiri kecap manis untuk produk Mie Sedaap nya yang fenomenal itu. Memang Wings ( WingsFood) cukup serius untuk memasuki bisnis makanan, terbukti pula dengan didirikannya pabrik tepung terigu milik mereka sendiri untuk mengamankan pasokan tepung terigu untuk produksi Mie Sedaap.

Wings dikenal dengan keberhasilannya dalam menjadi follower lewat berbagai produk yang mampu menjadi jajaran papan atas penguasa market (meskipun tidak menjadi market leader) seperti SoKlin yang (follower dari Rinso), Ciptadent (Pepsodent), Smile Up (Close Up), GIV (Lux), Nuvo (Lifebuoy), Segar Dingin (Adem Sari) hingga ke Mie Sedaap yang sukses mengganggu dominasi Indofood (Indomie, Sarimi, Supermie). Formulanya selalu sama, Wings menawarkan produk dengan kualitas setara bahkan lebih baik dari sang market leader dengan harga penjualan yang lebih rendah dari harga sang market leader.

Tapi untuk pasar kecap ini sedikit berbeda, tidak seperti pasar lain yang sukses dinikmati oleh Wings, pasar kecap tidak didominasi oleh sebuah brand atau perusahaan. Bila di mie Instan didominasi oleh Indofood, dan toiletries didominasi oleh Unilever, maka pasar kecap nasional paling tidak dinikmati oleh 4 brand besar yaitu Bango, ABC, Nasional, dan Indofood yang secara bergantian memimpin pasar untuk wilayah-wilayah tertentu. Belum terhitung masih kuatnya banyak brand lokal di tiap wilayah. Apalagi berbagai modern market juga mulai memasarkan kecap private label mereka sendiri
Kecap Sedaap tentu dihadirkan dengan harga yang murah serta didukung distribusi yang kuat dari Wings Group, namun "perang" kali ini tidak akan lebih mudah, karena lawan yang dihadapi lebih banyak.

Bisnis Kayu Kelapa yang menguntungkan

Posted by Article Reader at 6:32 AM 0 comments
kayu kelapaKayu kelapa memiliki manfaat yang beragam, bisa untuk industri kerajinan, industri perkayuan dll. Namun ada hal yang menarik, karakteristik kayu kelapa ini sangat bagus kualitasnya untuk dijadikan kayu rumah, maka bisnis kayu kelapa pun bisa menjadi salah satu alternatif bisnis yang menguntungkan J. Hmm apa iya ya…? Ok kita simak artikel di bawah ini.

Dalam membangun sebuah rumah kebanyakan orang atau pemilik rumah pasti memilih barang-barang yang di gunakan dalam kehidupan sehari-hari dengan kualitas terbaik yang mungkin harganya relatif mahal. Tetapi bagaimana jika kita ingin membangun sebuah rumah dengan dana yang tidak terlalu besar atau terbatas? Apakah mungkin anda akan mendapatkan rumah yang indah dengan kualitas baik?

Dalam membangun sebuah rumah tentu banyak bahan atau komponen yang di perlukan untuk membangun sebuah rumah tersebut. Salah satu komponen yang penting apabila kita membangun sebuah rumah adalah kayu. Kayu merupakan komponen pokok yang sering kita jumpai dalam setiap pembuatan atau membangun sebuah rumah. Banyak jenis kayu yang dapat di gunakan. Kayu glugu merupakan salah satu komponen dalam membangun rumah dengan dana terbatas tapi mempunyai kualitas yang cukup apik.

Kayu murah ini bisa tampil sangat cantik jika kita kreatif dalam mengolah dan terampil dalam melakukan sentuhan akhir (finishing). Glugu jika digunakan sebagai pagar bisa tampil sangat kuat dan kekar. Jenis kayu ini memiliki urat-urat kayu yang sangat kasar yang membuat kayu dapat bertahan dalam segala cuaca dan bertahan dalam kurun waktu yang cukup lama.Hal inilah yang membuat banyak orang mencoba memasuki bisnis kayu kelapa (glugu). Dalam pembangunan rumah sebenarnya banyak material yang bisa digunakan sebagai alternatif dalam membangun rumah.

Tidak Menggunakan Promosi Besar-Besaran.

Biasanya dalam dunia bisnis orang selalu melakukan promosi secara luas dan terbuka, tetapi tidak dalam menjalankan bisnis kayu (glugu) ini. Bisnis ini tidak menggunakan promosi secara besar-besaran untuk memasarkan produknya. Tetapi konsumen lah yang biasanya langsung datang sendiri ke tempat usaha ini. Selain itu konsumen biasanya juga berasal dari daerah sekitar karena konsumennya sebagian besar merupakan kontraktor maupun pemborong bangunan yang membutuhkan material kayu. Selalu menyediakan stok yang cukup merupakan salah satu cara agar konsumen selalu merasa puas terlayani dengan barang yang selalu kita sediakan apabila mereka datang atau berkunjung untuk membeli lagi kepada kita dan selalu menyediakan stok merupakan cara untuk menarik konsumen. Sehingga jika konsumen datang memesan, konsumen juga bisa melihat secara langsung produk yang ditawarkan sperti pada Toko kayu Kami Mekar Baru milik kami yang menjual aneka kayu Glugu yang di Jalan Parang Tritis Km 5 Yogyakarta

 

Toblack Company Copyright 2009 Reflection Designed by Ipiet Templates Image by Tadpole's Notez